Home > News-Berita > Sujaya Group optimistis PKPU berujung damai

Sujaya Group optimistis PKPU berujung damai

JAKARTA. Dua perusahaan Sujaya Group yakni, PT Bintang Jaya Proteina Feedmill dan PT Sinka Sinye Agrotama tampaknya optimistis proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) akan berakhir damai.

Hal itu disampaikan oleh konsultan keuangan kedua perusahaan dari AJ Capital, Fransiskus Alip. “Sepertinya hasilnya akan positif,” ungkap dia akhir pekan lalu.

Adapun dalam rapat pembahasan proposal perdamaian terkahir, Jumat (7/7) Fransiskus bersama dengan kuasa hukum perusahaan Aji Wijaya memaparkan, perkembangan atas proposal perdamaian.

Dalam pemaparannya, keduanya meyakini suntikan modal dari investor asal Hongkong Macquaire Capital senilai US$ 12 juta sudah cukup untuk rencana pemulihan perusahaan. Sebab, grup membutuhkan modal kerja operasi US$ 7,1 juta dengan total kebutuhan US$ 11,6 juta.

“Ini akan membuat grup dapat membiayai dirinya sendiri dari operasi akhir tahun kedua,” tutur Aji. Apalagi, disebutkan operasi Sudjaya Grup di Kalimantan Barat memiliki potensi dan dikelola secara profesional.

Adapun sebelumnya, diketahui kegagalan perusahaan berpusat pada manajemen umum dan pengendalian finansial pada saat ekspansi ke daerah Jawa. Sehingga mengalami kekurangan modal kerja yang menciptakan selisih profitabilitas yang signifikan.

Maka dari itu kata Fransiskus, pihaknya akan melakukan beberapa strategi. Salah satunya dengan melalui belanja modal untuk memperbaharui fasilitas pengunggasan, perbaikan praktik pemberian pakan dan pengelolaan kesehatan hewan, serta peningkatan dalam upaya biosecurity dengan belanja modal yang kecil.

Dengan demikian, dengan adanya penyuntikan modal kerja akan meningkatkan penjualan ke tingkat optimal dan meningkatkan pangsa pasar. Sekadra tahu saha Sudjaya Grup merupakan produsen telur terbesar di Kalimantan Barat.

“Pasokan pakan yang tumbuh secara stabil ini akan memenuhi kebutuhan bisnis ayam broiler, ayam petelur akan tumbuh ,” tambahnya. Sementara itu untuk skema pembayaran, tidak banyak berubah.

Di mana, pembayaran utang pokok kepada para kreditur akan dilakukan usai perusahaan beroperasi. Intinya, kreditur akan mendapatkan pembayaran setelah perusahaan berhasil berproduksi.

Dalam masa tunggu dua hingga tahun itu, debitur hanya membayar bunga. Bunga akan dibayarkan setahun setelah homologasi atau Juli 2018.

Adapun pembayaran bunga pada periode 1 Juli 2018 hingga 1 Juli 2019 sebesar 2,5%. Selanjutnya, nilai bunga yang dibayarkan periode 1 Juli 2019-1 Juli 2020 ada pada tingkat 5%.

Besaran bunga yang pada periode 1 Juli 2020 hingga seterusnya senilai 7%. Tak hanya itu, debitur juga menaruh opsi adanya penjualan sebagian perusahan dalam dua atau tiga tahun pasca homologasi.

Atas hasil rapat tersebut, Fransiscus mengungkapkan, pihaknya siap untuk melakukan pemungutan suara (voting) atas proposal perdamaian yang agendakan, Rabu pekan depan. Adapun total utang kedua perusahaan Sujaya Group mencapai Rp 2 triliun.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *