Home > News-Berita > Semarak penerbitan obligasi bank

Semarak penerbitan obligasi bank

JAKARTA. Penerbitan obligasi oleh perbankan di semester II 2017, bakal semarak. Hal ini seiring pertumbuhan permintaan kredit yang diprediksi meningkat di paruh kedua tahun bershio ayam api ini.

Paling gres adalah rencana BT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) yang berniat merilis obligasi senilai total Rp 4,5 triliun. Obligasi akan diterbitkan dalam tiga seri, dengan rentang waktu hingga tujuh tahun mendatang.

Seri pertama akan terbit pada bulan Oktober-November 2017, senilai Rp 2,5 triliun (lihat tabel). “Penjamin emisinya nanti ada yang dari swasta dan pelat merah, dananya akan digunakan untuk ekspansi kredit,” ujar Ahmad Irfan, Direktur Utama Bank Jabar, Senin (10/7)

Meski demikian, Irfan belum merinci lebih detail soal penerbitan obligasi BJBR tersebut. Namun yang jelas, ada sederet aksi korporasi yang sedang dikaji BJBR, diantaranya akuisisi perusahaan asuransi, sekuritas dan juga perusahaan pembiayaan.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk juga bersiap merilis obligasi. Thila Nadason, Direktur Keuangan Maybank Indonesia mengatakan, Maybank akan menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar hingga Rp 1 triliun pada bulan Juli ini. Akhir bulan lalu, Maybank merilis negotiable certificate of deposit (NCD) bernilai Rp 330 miliar.

Thila mengatakan, dana segar tersebut akan dipakai sebagai tambahan likuiditas untuk amunisi penyaluran kredit, yang diprediksi tahun ini tumbuh sekitar 10%. Kata Thila, bakal terjadi pertumbuhan permintaan kredit pada segmen otomotif dan infrastruktur di semester kedua.

Sementara dalam keterangan tertulis yang diperoleh KONTAN, Minggu (9/7) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), disebutkan bahwa bank berlogo saham BBRI ini akan menerbitkan obligasi. Direktur Utama BRI, Suprajarto menyatakan, nilai obligasi dalam kerangka penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap III Tahun 2017, memiliki target antara Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun.

Tentu saja dananya sebagian besar akan dipakai untuk memuluskan pertumbuhan kredit. Suprajarto menyatakan, hingga akhir April 2017, penyaluran kredit perbankan meningkat 9,5% secara industri dari periode sama tahun 2016. 

Pada saat yang sama, BRI mampu mencetak pertumbuhan kredit hingga 17,3%. Sedangkan, rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) BRI terjaga di kisaran 2,1%.


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *