Home > News-Berita > Rencana penurunan tarif tak akan pukul kinerja PLN

Rencana penurunan tarif tak akan pukul kinerja PLN

JAKARTA. Wacana pemerintah untuk mengkaji penurunan tarif dasar listrik secara bertahap disambut baik berbagai kalangan. PT PLN pun segera bergerak cepat untuk bisa melakukan efisiensi dan mendapatkan tarif listrik yang murah bagi masyarakat. Bahkan manajemen mengatakan penurunan tarif tidak akan mengganggu profitabilitas perusahaan.

Sarwono Sudarto, Direktur Keuangan PLN mengatakan bahwa antisipasi melakukan efisiensi menjadi salah satu jurus andalan PLN. Artinya dengan efisiensi, margin yang didapatkan perusahaan akan lebih lebar.

Selain itu, pengembangan bauran energi yang lebih baik juga menjadi opsi untuk bisa memberikan tarif dasar listrik (TDL) yang lebih murah.

“Kami sudah melakukan efisiensi, itu (penurunan TDL) tentunya tidak akan mengganggu kinerja keuangan. Efisiensi itu dilakukan supaya secara struktur keuangan PLN menjadi bagus,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/7).

Menurutnya, PLN sebagai perusahaan public service obligation (PSO) memiliki fungsi sosial kepada masyarakat disamping juga mencari keuntungan. Oleh karena itu, untuk menjalankan peran tersebut dirinya mengatakan akan melakukan kerja efektif, sehingga tujuan sosial dan tujuan mencari keuntungan sama-sama berjalan.

“Ini kami tidak mencari keuntungan di daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang belum dapat listrik,” lanjutnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dirinya secara terbuka memuji manajemen PLN yang berhasil melakukan efisiensi sehingga bisa memberikan tarif listrik yang baik untuk kebutuhan masyarakat maupun industri. Apalagi PLN sering diisukan miring mengenai kenaikan tarif listrik yang sebetulnya tidak naik.?

“Saya ucapkan terima kasih untuk direksi PLN yang sudah bekerja keras dalam 2,5 tahun ini. Digebuki kanan-kiri tetapi perbaikan terlihat, walaupun diramaikan (kabar) tarif listrik naik, padahal sebetulnya tidak dinaikan tarifnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ignasius Jonan, Menteri ESDM menyampaikan tidak akan ada kenaikan tarif listrik pada tahun ini. Pemerintah justru mengupayakan penurunan tarif bisa terjadi, penuruna taerif industri dari rereata Rp 1.100 per kwh akan bisa diturunkan menjadi Rp 800-900 per kwh. Sedangkan tarif untuk golongan rumah tangga akan diturunkan menjadi dibawah Rp 1.400 per kwh.

 

 


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *