Home > News-Berita > Pasar mobil premium tumbuh jika..

Pasar mobil premium tumbuh jika..

JAKARTA. Pasar mobil premium masih belum terlihat tumbuh sampai saat ini. Hingga akhir tahun nanti diperkirakan penjualannya akan stagnan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, masih ada kesempatan bagi segmen ini dan pasar mobil secara keseluruhan untuk tumbuh, seiring melajunya proyek infrastruktur nanti.

“Untuk segmen premium mungkin ada lompatan dibanding tahun sebelumnya, namun tidak terlalu jauh,” ujar Kukuh kepada KONTAN, Minggu (9/7).

Berdasarkan data Gaikindo, sampai bulan Mei 2017 jumlah mobil high segment yang terjual ialah 613 unit, turun 16 persen dibandingkan tahun lalu 737 unit.

Kondisi ekonomi global akan sangat menentukan permintaan mobil jenis ini. Karena konsumennya ialah golongan ekonomi menengah ke atas. “Yang menjadi faktor konsumen membeli produk ini ialah kenyamanan dan keterbaruan jenis,” ungkap Kukuh.

Untuk keterbaruan jenis, Kukuh menggarisbawahi bahwa ini menjadi faktor penentu konsumen mau membeli mobil premium. Lantaran perilaku konsumsi pelanggan mobil premium selalu ingin bergaya dengan barang baru dan menuntut keunikan yang ditawarkan suatu produk. Sehingga, Kukuh menyimpulkan jika ada barang atau produk baru kemungkinan permintaan mobil premium bakal naik.

Hal ini mendorong Mercedes Benz Indonesia untuk menggelar produk barunya di tahun ini. “Di GIIAS mendatang, kami setidaknya memperkenalkan empat produk baru,” ujar Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia kepada KONTAN (9/7).

Mengenai apa jenis produknya, Hari masih merahasiakannya. Yang jelas, motivasi Mercedes memperkenalkan produk baru ialah memberikan inovasi atau facelift kepada pasar mobil premium di Indonesia.

“Kami melihat potensi pasar masih bagus. Mengapa demikian, karena sebagai Market Leader tentu kami akan menjadi motor penggerak utama segmen premium,” sebut Hari. Mercedes mengklaim menguasai setidaknya 50 persen untuk pangsa pasar mobil premium di Indonesia.

Penyegaran produk ini seakan perlu dilakukan ditengah turunnya penjualan Mercedes. Merujuk data Gaikindo, sampai Mei 2017 penjualan high segment Mercedes yakni E dan S Class ialah 307 unit. Turun 27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, 421 unit.

Sedangkan Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O’Tania belum ingin banyak komentar soal produk barunya. Ia hanya mengatakan bahwa BMW saat ini tengah fokus pada sedan high end miliknya, seperti BMW 5 series dan BMW 7 series. Untuk BMW, sampai bulan Mei 2017 ini penjualan series 5,6 dan 7 berjumlah 200 unit, tumbuh 23 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 162 unit.


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *