Home > News-Berita > Menjaring laba empuk bakso mini ala Pentol Planet

Menjaring laba empuk bakso mini ala Pentol Planet

Usaha bakso mini kian menjamur, membuat camilan ini mudah ditemukan di pinggir jalan atau lingkungan sekolah. Rasanya yang gurih dengan harga jual murah membuat makanan ini masih ada penggemar.

Faktor itulah yang membuat usaha bakso mini dari Muhammad Toha Mahsun, dengan label Pentol Planet masih bisa berkembang. Ia menilai potensi usaha bakso mini ini tidak akan ditinggalkan konsumen lantaran jenis panganan ini sudah populer sejak belasan tahun yang lalu.

Tak heran bila usaha dari pria yang biasa disapa Toha Saputra ini masih bisa bertahan hingga kini. Sejak menggeluti bisnis ini sejak tahun 2007 silam di Trenggalek, Jawa Timur, tanggapan konsumen terbilang positif. Maklum, gerai ini menyasar segmen kelas menengah ke bawah. Harganya sendiri tergolong ramah di kantong. Antara Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per porsi.

Ada beragam rasa di pentol bakso mini ini. Selain menu pentol original, ada menu yang lain juga seperti pentol sayur, buah naga atau tahu isi. “Pentol sayur dan naga itu ada warnanya, kami menggunakan pewarna alami yang aman,” katanya pada KONTAN, Selasa (11/7).

Hingga kini, Toha sudah mempunyai gerai bakso mini sebanyak  20 unit yang tersebar di beberapa daerah. Seperti Trenggalek sendiri, Tulung Agung hingga kota Ponorogo. Semuanya, untuk sementara, masih berkutat di Jawa Timur.

Dirinya juga tidak menutup diri untuk ekspansi ke daerah lain. Tapi cara yang ditempuh adalah dengan mengajak pihak ketiga lewat sistem kemitraan sejak tiga tahun yang lalu.

Lewat sistem kemitraan tersebut, Toha kini sudah sanggup menjaring sebanyak 115 mitra bisnis yang mau berjualan bakso mini. Para mitra sendiri tersebar di sejumlah daerah. Seperti Bekasi, Yogyakarta, Bali, Samarinda, Palangkaraya, hingga Balikpapan.

Nah, bila Anda berminat, Toha menawarkan empat paket kemitraan Pentol Planet. Pertama, paket Rp 1,5 juta. Anda bakal mendapat fasilitas bahan baku, video pelatihan, dan branding. Kedua, paket sebesar Rp  2,5 juta, mitra mendapatkan satu unit stan berjalan atau booth mobile, bahan baku awal, branding, video pelatihan, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Ketiga, paket Rp 7,5 juta, fasilitas yang didapatkan sama dengan paket kedua hanya saja mitra mendapatkan stan penjualan yang lebih besar dan statis. Keempat, paket Rp 15 juta atau master franchise yang hanya boleh ada di satu kota saja. Untuk  paket ini mitra mendapatkan tiga unit stan bergerak, bahan baku awal, resep, pelatihan secara digital, branding, perlengkapan tambahan lainnya serta dapat memasok bahan baku untuk mitra di sekitar wilayahnya.

Berdasarkan perhitungan, waktu balik modal bisa kurang dari tiga bulan dengan catatan omzet Rp 1 juta per hari. Setelah dikurangi biaya bahan baku dan yang lain, keuntungan bersih  30% dari omzet. Nah, tahun ini, Toha pasang target mendapat 10 mitra baru saja.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *