Home > News-Berita > Mengintip proyek baru pengembang di semester II

Mengintip proyek baru pengembang di semester II

JAKARTA. Sejumlah pengembang tengah mempersiapkan proyek-proyek baru untuk diluncurkan di semester II 2017. Pelaku usaha berharap kondisi pasar properti akan membaik di paruh kedua ini.

PT Intiland Development Tbk misalnya berencana merilis dua proyek baru yang menyasar segmen menengah atas. Kedua proyek tersebut berada di Kebon Melati Jakarta dan di kawasan Darmo Harapan Surabaya.

Namun, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten DILD ini masih sangat berhat-hati dalam merencanakan peluncuran proyek anyar tersebut. Pasalnya, perusahaan melihat kondisi pasar properti secara umum masih belum membaik.

Oleh karena itu, Intiland belum memastikan apakah peluncuran kedua proyek baru yang telah disiapkan tersebut akan terealisasi. “Proyek baru kami diapkan dua semester II ini. Tapi peluncurannya menunggu kondisi dan situasi pasar. Kalau bagus akan kami rilis, tetapi kalau tidak kemungkinan akan ditunda,” kata Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland di Jakarta, Senin (10/7).

Kedua proyek yang akan mereka luncurkan merupakan proyek high-rise mixed use (kawasan terpadu) yang menyasar segmen menengah atas. Oleh karena itu secara bisnis, perusahaan harus bisa memperkirakan potensi serapan pasar sebelum proyek dirilis.

Intiland Development memperkirakan setidaknya harus ada potensi serapan pasar sekitar 60%-75% untuk meluncurkan produk baru. Sehingga saat ini, perusahaan baru mulai melakukan test pasar.

Meskipun kondisi pasar secara umum belum membaik, namun Intiland berharap pada paruh kedua ini kondisinya bisa mulai membaik dengan segala kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri properti.

Dalam paparan DILD sebelumnya mengenai target tahun ini, perusahaan membidik marketing sales Rp 747 miliar dari proyek baru tersebut atau 32,4% dari total target tahun ini yakni sebesar Rp 2,3 triliun.

Tahap pertama, DILD akan meluncurkan masing-masing satu tower apartemen di kedua proyek tersebut. Dari apartemen di Dharmo Harapan diharapkan menyumbang par penjualan Rp 227 miliar dan apartemen kebon melati ditargetkan memberikan kontribusi Rp 520 miliar.

 

Proyek premium

Sementara PT Metropolitand Land Tbk (Metland) jauh lebih optimis. Pasalnya, perusahaan ini sudah merilis satu proyek baru pada Februari lalu yakni proyek kerjasama perusahaan dengan PT Karyadeka dan pengembang asal Singapura Ascendas Group bertajuk One Parc Puri di Tangerang.

Metland atau MTLA meluncurkan dua tower apartemen di atas lahan 1 hektare (ha) yang merupakan pengembangan tahap I dari total rencana kerjasasama seluas 9,7 ha. Mereka mengembangkan 1.131 unit apartemen yang menyasar segmen atas dengan harga Rp 22 juta – Rp 24 juta per meter persegi (m2).

Pada kuartal IV mendatang, Metland akan kembali meluncurkan satu proyek rumah tapak sekitar 400-500 unit yang juga menyasar segmen premium dengan harga di atas Rp 2 miliar. Proyek ini merupakan proyek kerjasama perusahaan dengan pengembang asal Singapura Keppel Land.

“Tahun ini kami fokus meluncurkan proyek kerjasama dulu. Kalau proyek yang bangun sendiri rencananya baru akan dirilis tahun depan,” kata Olivia Surodjo, Direktur Keuangan Metland pada KONTAN.

Pengembang lain yang juga berencana merilis proyek anyaar di paruh kedua ini adalah PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Perusahaan ini akan merilis dua gedung perkantoran yakni office tower III di kota Kasablaka dan office tower Tunjungan Plaza (TP) di Surabaya.

Sementara di sektor residential, PWON berencana meluncurkan kondominium bertajuk Lavis di PAkuwon Mall Surabaya sekitar Rp 400 unit yang akan menyasar segmen menengah atas.

 

 


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *