Home > News-Berita > Menakar Cuan Bisnis Ayam Bakar Bekasi

Menakar Cuan Bisnis Ayam Bakar Bekasi

Olahan ayam adalah lauk yang paling digemari di tanah air. Salah satunya, ayam bakar yang disukai mulai anak-anak hingga orang dewasa. Tak heran, gerai ayam bakar dengan mudahnya ditemui. Okki Indiyanto pun mendirikan Ayam Bakar Bekasi (Ababe) pada 2015.

Dua tahun berselang, Okki menawarkan kemitraan gerainya. Saat ini, baru ada satu gerai mitra di Cikarang. Sedangkan, Okki sendiri belum menambah gerainya.

Jika tertarik bermitra, ada dua paket kemitraan, yakni Paket Medium senilai Rp 45 juta dan Paket Premium senilai Rp 75 juta. Dengan Paket Medium, mitra akan mendapat meja dan kursi kayu sebanyak 50 buah, cash register, hot plate, peralatan masak dan makan, brosur.  gratis biaya konsultasi usaha, dan pelatihan karyawan. Sedangkan, mitra Paket Premium akan mendapat peralatan lebih lengkap, dengan tambahan freezer dan x-banner. Jumlah meja kursinya juga lebih banyak yakni 80 buah.

Untuk bahan baku, Okki akan mengenalkan mitra dengan supplier ayam langganan dan resep dari pusat. “Pasokan ayam dari supplier tak mengikat, hanya bumbu dan racikan harus sesuai pusat,” ucap Okki.
Kerjasama kemitraan berlangsung seumur hidup, dan mitra wajib menggunakan merek usaha pusat. Okki juga akan mengutip biaya franchise fee pada tahun kedua 2% dari laba bersih.

Potensi masih besar

Ayam Bakar Bekasi menyediakan menu ayam bakar Ababe, ayam bakar madu, ayam bakar kecap, ayam rica, sop ayam ala Klaten, nasi goreng iso, babat gengso, ceker pedas, sayap goreng rica, chicken steak dan lainnya. Harganya mulai Rp 10.000-Rp 25.000.

Okki bilang, keunggulan produknya terletak pada citarasa yang berbeda. “Olahan ayam bakar memang banyak, tapi kami menyajikannya berbeda dengan bumbu rempah kayu manis sehingga harum memikat,” imbuhnya.

Okki mengatakan, mitra ditargetkan meraup omzet Rp 4 juta-Rp 6 juta per hari. Dengan begitu, omzet sebulan mencapai Rp 120 juta. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra bisa mendapat keuntungan bersih 30%-40% dari omzet per bulan. Balik modal diperkirakan delapan sampai sepuluh bulan.

Mitra yang menjalankan usaha ini disarankan memilih area di dekat perkantoran, perumahan atau mal dengan ukuran minimal 100 m2 dibantu 10 orang pegawai. Hingga akhir tahun 2017, Okki targetkan menggandeng 15 sampai 25 mitra baru.

Erwin Halim, Konsultan Waralaba dari Proverb Consulting mengatakan, bisnis ayam bakar memiliki potensi pasar yang terus berkembang. Sebab, makanan ini banyak digemari masyarakat di Indonesia.

Namun, dalam hal tawaran kemitraan Ayam Bakar Bekasi ini Erwin mencatat, sebaiiknya mitra mematok balik modal selama 1,5 tahun atau wajarnya selama dua tahun. “Target yang dipatok harus direncanakan. Dengan perkiraan omzet Rp 4 juta sampai Rp 6 juta, wajarnya balik modal satu sampai dua juta per hari,” ujar Erwin.

Tidak hanya membantu mitra dalam mengejar omzet, Erwin bilang, agar usaha tidak mudah ditiru, nilai franchise fee harus diterapkan. Hal ini sebagai keterikatan mitra dengan pusat.    

Ayam Bakar Bekasi
Taman Narogong Indah A16/8 Bekasi Timur
Jawa Barat
HP.  082299228309

 

 


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *