Home > News-Berita > Melongok bisnis benih timun tanduk atau kiwano

Melongok bisnis benih timun tanduk atau kiwano

JAKARTA. Pernahkah anda membayangkan melon dengan daging mirip markisa namun memiliki kulit bercorak seperti timun? Tidak hanya itu, buah yang mirip markisa dan timun ini memiliki jendolan berupa tanduk. Buah inilah yang disebut dengan timun tanduk atau populer dengan nama kiwano atau melon afrika.

Keunikan buah melon afrika atau kiwano inilah yang menarik perhatian Hafi. Pria yang memang senang bercocok tanam ini mulai memasarkan benih kiwano pada tahun 2016. Lewat beberapa marketplace dalam jaringan, Hafi memasarkan benih tanaman jenis buah dan sayur berikut peralatan berkebun.

“Ternyata potensi pasar bibit kiwano ini besar juga,” terang Hafi. Menyadari potensi itulah ia mencari benihnya dan mencoba mulai menanam. Namun, menurut Hafi, tanaman ini lebih cocok di tanam di daerah pegunungan atau dataran tinggi.

Sebab, hasilnya kurang bagus jika ditanam di daerah dataran rendah. Untuk mengimbangi pasokan benih yang akan dijual, Hafi mulai bekerjasama dengan beberapa petani lokal yang bertanam kiwano di Bandung dan Lampung.

Hafi bilang, ia lebih banyak menyasar para pembeli eceran. Karena itu, ia menetapkan angka pembelian benih mimal yang cukup rendah. Benih kiwano dijual Hafi dengan harga Rp 10.000 per 5 biji.

Meski sudah populer sejak dua tahun lalu, hingga kini penjualan kiwano masih menggiurkan. Hafi sendiri hingga kini masih terus memasarkan benih kiwano. Setiap bulannya, ia bisa memasarkan skitar 500 benih kiwano. “Saya selalu stok 1.000 benih per dua bulan. Sebanyak 90% nya pasti laku,” jelas Hafi.

Hafi menjelaskan bahwa kiwano lebih cocok ditanam di dataran tinggi. Dalam kondisi normal, tanaman ini bisa tumbuh dalam waktu 4-5 bulan sejak benihnya ditebarkan. Panen buahnya dapat dilakukan 3-4 kali sejak umur tanaman mencapai 6 bulan.

Menjual benih kiwano, Hafi bilang ada masa kadaluarsa dalam masa penyimpanan benih. Karena itu, ia menyarankan benih kiwano segera ditanam setelah didapatkan. “Paling lama itu disimpan sampai 4 bulan, kalau lebih itu sudah tidak bagus,” jelas dia.

Selain itu, benih kiwano pun rentan terhadap serangan hama. Hafi sendiri mengantisipasinya dengan menyimpan di tempat yang steril. Bila dirasa perlu, ia juga melakukan penyemprotan agar benih kiwano tetap bisa terhindar dari hama.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *