Home > News-Berita > Kredit daring menuai berkah Lebaran

Kredit daring menuai berkah Lebaran

JAKARTA. Momentum Lebaran membawa berkah bagi perusahaan teknologi finansial (tekfin) berbasis peer to peer lending (P2P). Perusahaan fintech mendapat banyak permintaan pinjaman.

Salah satunya PT Investree Radhika Jaya. Co-Founder dan CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, penyaluran pinjaman Investree saat masuk Lebaran tahun ini melonjak 100% dibanding bulan sebelumnya. “Bulan Juli ini juga ada beberapa potensi yang cukup besar sehingga tren penyaluran pinjaman memang terus meningkat,” ujar Adrian kepada KONTAN, Jumat (7/7).

Adrian menambahkan, perkembangan bisnis Investree memang cukup melesat sepanjang tahun ini. Setidaknya, penyaluran pinjaman bertambah Rp 30 miliar setiap bulan. Hingga tutup tahun ini, dia optimistis bisa melampaui target awal Rp 400 miliar.

Saat ini kontributor utama peminjam Investree berasal dari usaha kecil menengah (UKM) dan ritel atau karyawan. Adrian menyebut, Investree telah menyalurkan pinjaman kepada 700 perusahaan di berbagai wilayah. Pinjaman untuk segmen ritel telah mencapai 200 karyawan. “Kami akan terus kembangkan keduanya di tahun ini,” ujarnya.

Hingga semester I-2017, Investree sudah menyalurkan pinjaman Rp 200 miliar, naik tinggi dibandingkan dengan perolehan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 4 miliar. “Setiap bulannya memang selalu bertambah Rp 30 miliar. Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan melampaui,” ujar Adrian.

Ekspansi ke Vietnam

Selain peminat bertambah, Investree juga rajin ekspansi wilayah. “Per bulan banyak eksisting nasabah kami masuk lagi jadi memang kombinasi dari nasabah baru dengan nasabah lama. Belum lagi ada beberapa potensi kerjasama yang sedang kami kembangkan, ini salah satu mekanisme kami untuk mengembangkan pasar,” kata Adrian.

Saat ini, peminjam Investree 90% datang dari kawasan Jabodetabek 90%. Tahun depan, tekfin ini akan mengembangkan pasar ke luar Jawa. “Sambil fokus ke produk baru, kami sedang bersiap ekspansi ke Vietnam,” kata Adrian.

PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) pun mendapat banyak permintaan pinjaman pada Lebaran 2017. Cuma tak disebut berapa kenaikan permintaan pinjaman tersebut,

Hingga akhir tahun, UangTeman menargetkan bisa menyalurkan pinjaman Rp 100 miliar. Perusahaan ini yakin bisa mencapai target tersebut lantaran di kuartal I-2017 pertumbuhan pembiayaan mencapai 100% dibanding periode sama tahun lalu.

“Jumlah pengunjung yang masuk ke aplikasi UangTeman juga naik 80% saat menyambut Ramadan tahun ini dibanding tahun lalu,” kata Head of Public & Government Relations UangTeman Rimba Laut. Kontribusi terbesar peminjam UangTeman berasal dari Jabodetabek, yakni 40%-50%. Sisanya dari kota lain.

Meski peminjam semakin banyak, UangTeman mencoba tetap menjaga rasio kredit macet alias non performing loan (NPL). Rimba mengatakan, perusahaannya menjaga agar NPL tidak menyentuh 3%. Caranya dengan memberi diskon biaya layanan hingga 0,6% bagi yang membayar tepat waktu.          


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *