Home > News-Berita > Klaim asuransi jiwa diperkirakan terkendali

Klaim asuransi jiwa diperkirakan terkendali

JAKARTA. Beban klaim yang harus dibayar pelaku usaha asuransi jiwa diperkirakan tumbuh lebih lambat di kuartal kedua tahun ini. Salah satu sebabnya karena tren perlambatan untuk jenis klaim penebusan atawa surrender.

Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menyebut secara tradisi kebutuhan dana masyarakat di periode April sampai dengan Juni biasanya lebih rendah ketimbang di tiga bulan pertama saban tahun. Dus, pengajuan klaim surrender pun biasanya ikutan lebih rendah.

Termasuk di tahun ini, meski akhir kuartal kedua berbarengan dengan hajatan lebaran namun diperkirakan efeknya tak akan terlalu besar bagi perkembangan klaim surrender. Soalnya untuk memenuhi kebutuhan dana, masyarakat bisa mendapatkannya dari sumber lain semisal tunjangan hari raya.

Di sisi lain, klaim dari polis yang ditebus punya porsi yang besar dari total portofolio klam asuransi jiwa. Hingga kuartal I saja, klaim surrender mengisi 55,2% dari total klaim dan manfaat yang dibayar oleh industri. “Sehingga secara umum pertumbuhan klaim bisa lebih rendah dari kuartal satu,” katanya beberapa waktu lalu.

Bukan tak mungkin pertumbuhan klaim sampai kuartal kedua bisa berada di rentang satu digit. Sebagai catatan, selama periode paruh pertama 2016, industri asuransi jiwa membayar klaim sebesar Rp 44,7 triliun.

Sementara itu ia berharap kesadaran masyarakat soal asuransi jiwa juga bisa terus meningkat. Diantaranya untuk menggunakan asuransi jiwa guna memenuhi kebutuhan jangka panjang dari si nasabah.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *