Home > News-Berita > Kisruh Timur Tengah pengaruhi ekspor ban

Kisruh Timur Tengah pengaruhi ekspor ban

JAKARTA. Ekspor ban Indonesia di awal tahun 2017 diharapkan bisa mencapai kenaikan, namun krisis Timur Tengah lantaran perseteruan dengan Qatar dapat menjadi batu sandungannya.

Aziz Pane Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) sempat optimistis ekspor ban Indonesia akan naik 7%-8% menjadi 77 juta-78 juta unit tahun ini. Bahkan tahun lalu sendiri APBI memproyeksikan, realisasi penjualan ban mobil tercapai 72 juta unit, naik 4%-5% ketimbang penjualan tahun 2015.

“Tidak seoptimisme sebelumnya, karena tau-tau terjadi banyak permasalahan. Pemilihan umum, Timur Tengah yang kacau dan Mesir berantem jadi berefek ke ekspor,” kata Aziz.

Tak hanya perpecahan di Timur Tengah, namun Aziz juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik yang sebelumnya ia harapkan. Ia menyayangkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal 1 2017 sebesar 5,01% yang dinilai kurang membantu pertumbuhan ekspor industri ban. “Growth Indonesia kan ngga jadi 5,4%,” kata Aziz.

Melansir dari data KONTAN sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memang sempat optimis mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini di kisaran 5%-5,4% YoY.

Ekspor ban Indonesia memang terbilang sangat besar, sebagai gambaran dari 72 juta ban yang terjual di tahun 2016, sekitar 55 juta diekspor. Timur Tengah sendiri memang menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar.

Sebagai contoh, PT Multistrada Arah Sarana Tbk memiliki fokus ekspor kepada negara Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah. Kontribusi ekspor mereka diprediksi dapat mencapai 65% dari total penjualan dengan Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor utama.

Perusahaan dengan kode emiten MASA ini mencatat pertumbuhan penjualan 4% dari US$ 62.15 juta menjadi US$ 65.07 juta di tahun ini. Walau penjualan domestik masih memegang kontribusi terbesar bagi bisnis MASA, yakni 36% atau senilai US$ 24 juta dengan fokus produk ban motor. Namun MASA tetap optimis dapat meningkatkan ekspor.

“Overall, kondisi kita baiklah, perkiraan kita untuk semester pertama ini lumayan,” jelas Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Multristrada Arah Sarana Tbk, Uthan A. Sadikin. Namun Uthan enggan memberikan angka penjualan dan pertumbuhan ekspor MASA.

Multistrada saat ini memang sedang memacu penjualan lantaran mengejar untung. Perusahaan yang sudah mendapatkan izin mengekspor ban ke Prancis dan Korea Selatan ini dahulu merasakan untung terakhir pada tahun 2014.

Saat itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat US$ 605.161. Sedangkan untuk kuartal pertama tahun 2017 ini MASA mencatat laba bersih US$ 309,87, alias turun 76% dari US$ 1,32 juta.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *