Home > News-Berita > Kian haus ekspansi setelah memiliki Biocon (4)

Kian haus ekspansi setelah memiliki Biocon (4)

Kiran Mazumdar-Shaw berhasil menunjukkan kepiawaiannya sebagai pebisnis ulung. Meski sempat mengubur mimpi menjadi ahli medis, namun kali ini Kiran menemukan kesuksesan yang luar biasa dari bisnis bioteknologi. Pasca-mengambil saham Biocon yang dijual Unilever, Kiran langsung tancap gas. Sederet pembentukan anak usaha pun dilakukan Kiran demi membangun infrastruktur. Kekayaannya kini, sudah sebanyak US$ 2,1 miliar dan diprediksi bertambah gemuk.

Kiran Mazumdar-Shaw melewati berbagai tantangan dari awal karirnya. Namun setelah menyelamatkan Biocon dari potensi dijual ke perusahaan lain oleh Unilever, Kiran berhasil membawa perusahaan ini menjadi kian agresif.

Kiran mengambil alih Biocon secara utuh sejak tahun 1998. Sejak itu, berbagai langkah ekspansif ia lakukan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi, dukungan dari sisi infrastruktur tentunya sangat penting. Ini yang menjadi fokus Kiran pasca menguasai Biocon secara penuh.

Pada tahun 2000, Biocon mengoperasikan pabrik fermentasi yang operasionalnya menggunakan sistem otomatis sehingga menyebabkan produksi obat-obatan menjadi lebih efisien. Di tahun yang sama, Kiran juga mendirikan Clinigane, lembaga riset klinis pertama di India dan fokus meneliti soal pengobatan penyakit kritis.

Tak butuh waktu lama untuk memastikan dampak dari ekspansinya. Pada tahun 2001, Biocon menjadi perusahaan India pertama yang mendapatkan persetujuan dari badan obat dan makanan Amerika Serikat untuk memproduksi Iovastatin, yang merupakan molekul penurun kolesterol.

Biocon pun menjadi perusahaan pertama di dunia yang berhasil mengembangkan insulin manusia dari sistem ekspresi protein Pichia. Alhasil, nama Biocon semakin mengglobal.

Demi menunjang pendanaan ekspansi, Kiran lantas membawa Biocon melantai di bursa saham. Tepatnya pada Maret 2004, Biocon resmi menjadi perusahaan publik.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *