Home > News-Berita > Kemdag akan tetapkan HET beras, ini kata pengusaha

Kemdag akan tetapkan HET beras, ini kata pengusaha

JAKARTA. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (DPD Perpadi) Nellys Soekidi meminta pemerintah untuk terlebih dahulu menganalisis kondisi yang sedang terjadi secara detail. Menyusul rencana penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras.

“Indonesia itu sangat luas ya. Karena tidak mungkin harga di Jawa ini sama dengan yang di Sumatera, atau Papua. itu kan butuh distribusi. Kalau HETnya sama, saya pikir perlu dikalkulasi lagi,” terang Nellys kepada KONTAN saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Rabu (12/07).

Berdasarkan kabar yang diterima Nellys, penetapan HET beras juga hanya akan diberlakukan untuk beras medium. Melihat hal ini, Nellys berpendapat perlu dilakukan penetapan untuk beras premium juga. “Saya pikir HETnya juga jangan hanya di medium saja, tapi juga di premium. Padahal, beras yang premium ini kan dari medium juga,” katanya.

Meski begitu, Nellys meyakini pemerintah memiliki petimbangan tertentu dalam penentuan HET beras. Nellys uga menambahkan, pemerintah perlu melakukan sosialisasu sebelum peraturan tersebut ditetapkan.

“Saya berharap sosialisasinya dilakukan sebelum peraturannya ditetapkan. Jadi dari sosialisasi, kita bisa tahun efek-efek positifnya seperti apa,” kata Nellys.

Sebelumnya, pemerintah akan menentukan HET untuk beras, menyusul penetapan HET untuk gula, minyak goreng, dan daging yang sudah berjalan. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, langkah ini dilakukan untuk menjaga harga barang pangan strategis tetap terjaga meski periode puasa dan Lebaran usai.

Selain memberlakukan HET untuk beras, upaya lain untuk menjaga harga agar tak melonjak yakni dengan memastikan pasokan barang pangan strategis tetap terpenuhi. “Kita jaga pasokan dan kemudian akan ada harga batas. HET akan kami terapkan betul,” ujar Enggar.

Enggar mengungkapkan, pembahasan HET beras akan dibicarakan bersama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Selain beras, Enggar juga meminta pelaku usaha minyak goreng untuk menyediakan produksi minyak goreng dalam kemasan sederhana dan minyak goreng curah untuk setiap sekian persen dari total produksi. Ketetapan porsinya akan disusulkan kemudian.

“Dengan begitu maka masyarakat yang berpenghasilan rendah sudah terjamin bahwa pasokan itu tersedia,” kata Enggar.


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *