Home > News-Berita > Intiland masih hati-hati luncurkan proyek baru

Intiland masih hati-hati luncurkan proyek baru

JAKARTA. PT Intiland Development Tbk masih berhat-hati merencanakan peluncuran proyek baru tahun ini. Pasalnya, Intiland melihat kondisi pasar properti secara umum masih belum membaik.

Oleh karena itu, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten DILD ini belum bisa memastikan apakah dua proyek baru yang telah disiapkan sebelumnya jadi dirilis tahun ini.

“Proyek baru kami siapkan dua di semester II ini. Tapi peluncurannya menunggu kondisi dan situasi pasar,” kata Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland di Jakarta, Senin (10/7).

Thresia menjelaskan, kedua proyek yang akan mereka luncurkan merupakan proyek higrise mixed use (kawasan terpadu) yang menyasar segmen menengah atas. Oleh karena itu secara bisnis, Intiland harus bisa memperkirakan potensi serapan pasar sebelum proyek dirilis.

Intiland memperkirakan setidaknya harus ada potensi serapan pasar sekitar 60%-75% untuk meluncurkan produk baru. Meskipun kondisi pasar secara umum belum membaik, namun Intiland berharap pada paruh kedua ini kondisinya bisa mulai membaik.

Theresia belum bersedia menjelaskan lebih detail kedua rencana proyek baru tersebut. Namun sebelumnya, manajemen telah menyebutkan bahwa kedua proyek tersebut berada di Kebon Melati, Jakarta dan di kawasan Darmo Harapan, Surabaya.

Dalam paparan mengenai target tahun ini di awal tahun, DILD membidik marketing sales Rp 747 miliar dari proyek baru tersebut atau 32,4% dari total target tahun ini yakni sebesar Rp 2,3 triliun.

Tahap pertama, DILD akan meluncurkan masing-masing satu tower apartemen di kedua proyek tersebut. Dari apartemen di Dharmo Harapan bertajuk Tierra diharapkan menyumbang penjualan Rp 227 miliar. Kemudian apartemen Kebon Melati ditargetkan memberikan kontribusi sebesar Rp 520 miliar.

Selama proyek baru belum dirilis, pihaknya masih akan tetap fokus mengembangkan dan memasarkan proyek yang sudah berjalan seperti Rosebay Surabaya, Praxis Surabaya, Spazio Tower Surabaya, Graha Golf Surabaya, 1Park Avenue Jakarta, Aeropolis Jakarta dan apartemen Regatta.

Sementara dari proyek perumahan yang sudah berjalan antara lain proyek Graha Natura Surabaya, Serenia Hills Jakarta, 1Park Homes, Talaga Bestari dan Magnolia Residence, Jakarta.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *