Home > News-Berita > Inilah deretan emiten yang akan rights issue

Inilah deretan emiten yang akan rights issue

JAKARTA. Emiten ramai-ramai menggelar rights issue di tahun ini. Ada 11 emiten yang sudah menggelar rights issue di tahun ini. Ada enam emiten masih memproses rights issue dan dua akan dilakukan pada bulan-bulan berikutnya.

Enam emiten yang saat ini sedang menggelar rights issue yaitu PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk (SDRA), PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Logindo Samudra Makmur Tbk (LEAD), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), PT MNC Skay Vision (MSKY), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sedangkan yang akan menggelar righst issue adalah PT Chandra Asri Pertochemical Tbk (TPIA) dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, investor harus memperhatikan penggunaan dana rights issue. “Jadi apakah dana rights issue untuk ekspansi atau untuk restrukurisasi,” ujar Reza kepada KONTAN, Senin (10/7).

Rata-rata emiten perbankan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk memperkuat struktur permodalan. Seperti AGRO yang akan menerbitkan 2,51 miliar saham. Harga pelaksanaan dipatok Rp 400 per saham. AGRO berpotensi meraih dana Rp 1 triliun.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit. Selain itu dalam rangka persiapan masuk Bank BUKU III.

Sedangkan SDRA menerbitkan 1,50 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 875 per saham. SDRA berpotensi meraih dana sekitar Rp 1,3 triliun. BKSW menerbitkan 8,23 miliar saham dengan harga pelaksanaan dipatok Rp 250 per saham. Dengan demikian BKSW berpotensi meraih dana sekitar Rp 2 triliun.

Kemudian untuk saham yang bakal rights issue yaitu TPIA rencananya akan melepasa 280 juta saham dengan harga penawaran Rp 18.000 – Rp 22.000, lebih rendah dari harga saat ini Rp 26.500. TPIA berpotensi mendapatkan dana Rp 6,15 triliun.

TPIA akan menggunakan dana hasil rights issue ini untuk membangun pabrik methyl tertiary dutyl ether (MTBE) dan Butene-1 berkapasitas produksi 128.000 ton MBTE per tahun dan 43.000 ton Butene-1 per tahun.

Sementara rights issue ROTI baru saja disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat (7/7) lalu. ROTI bakal melepasa 1,15 miliar saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Produsen Sari Roti ini akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membangun 4-5 pabrik baru dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.

Menurut Reza selain tujuannya, yang diperhatikan investor dalam memilih saham-saham yang hendak rights issue yaitu harga penawarannya. Sebab nanti akan diperhitungkan di perhitungan nilai teoritis yang mana dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar. “Yang menarik itu, jika spread harga rights issue dengan harga pasar tidak terlalu dalam,” pungkas Reza.


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *