Home > News-Berita > IHSG terkoreksi 0,26% sepekan, simak reviewnya

IHSG terkoreksi 0,26% sepekan, simak reviewnya

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,59% ke level 5.814,79, Jumat (7/7). Selama sepekan ini juga indeks juga mengalami koreksi 0,26%. Analis menilai pelamahan selama sepekan ini banyak dipengaruhi oleh sentimen global.

Analis Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji bilang, beberapa sentimen yang mempengaruhi indeks selama sepekan ini antara lain tingkat inflasi per Juni melebihi ekapektasi pasar. “Membaiknya perekonomian Tiongkok maupun negara-negara di kawasan Eropa, membuat indeks menguat pada awal pekan,” ujar Nafan kepada KONTAN, (7/7).

Hal ini yang memicu IHSG, setelah libur panjang Lebaran, mencetak rekor 5.910,23 pada Senin (3/7) lalu.

Namun pada hari kedua, indeks melemah akibat kebijakan Presiden Korea Utara yang memerintahkan jajaran militernya untuk meluncurkan rudal balistik antar benua dan jatuh ke perairan ZEE Jepang. Ada juga sentimen jelang rilis notulensi FOMC yang diindikasikan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga acuan, membuat pelaku pasar memilih untuk wait and see.

Pada Kamis, IHSG kembali positif karena faktor fundamental makro ekonomi Indonesia yang cenderung stabil. Namun Jumat, indeks mengalami aksi profit taking karena efek melemahnya bursa Wall Street. Selain itu, langkah Presiden AS Donald Trump yang membawa masalah Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB ditolak dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yakni Tiongkok dan Rusia.

Para pelaku investor melihat bahwa hal ini akan memberikan ketidakpastian sehingga mereka memilih untuk bersikap wait and see.

Untuk hari Senin mendatang, Nafan memperkirakan indeks bakal berbalik positif dengan range 5.776 – 5.882. Fundamental ekonomi Indonesia yang cenderung stabil membuat IHSG mengalami capital inflow.

Sementara analis Yuanta Securities, Paringotan Julio juga merinci beberapa sentimen yang terjadi pekan ini antara lain Amerika mencatatkan pelemahan dan menguatnya global bond yield. Koreksi harga minyak dunia, ketegangan geopolitik, inflasi yang diatas ekspektasi dan penurunan daya beli ritel pada hari raya lebaran kemarin menjadi pendorong bursa saham indonesian melemah pada pekan ini.

 


Source link

About admin

Check Also

Ramadan, transaksi di Lazada naik 2,5 kali lipat

JAKARTA. Minat masyarakat membeli barang secara online di bulan ramadan kemarin rupanya sangat tinggi. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *