Home > News-Berita > Emiten telekomunikasi meraup berkah Lebaran

Emiten telekomunikasi meraup berkah Lebaran

JAKARTA. Hari raya Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi emiten telekomunikasi. Betapa tidak, di momen satu tahun sekali ini komunikasi masyarakat meningkat dibanding hari biasanya, dan ini berimbas pada kenaikan trafik data yang signifikan.

Sejak penetrasi smartphone semakin gencar, pola komuikasi masyarakat cenderung berubah dari menggunakan SMS dan Telpon ke layanan data. Sehingga saat ini emiten telekomuikasi berangsur mulai bertumpu pada pendapatan layanan data. Tercatat pendapatan layanan data ISAT pada 2016 sebesar 35,3% pada total pendapatan pada kuartal I-2017 menjadi 42,7%.

Kemudian TLKM untuk pendapatan data dan internet pada tahun 2016 sebesar 50,6% dari total pendapatan, dan pada kuartal I-2017 meningkat menjadi 52,5%. EXCL pun demikian, pendapataan dari layanan data pada 2016 menyumbang sebesar 37,9% dan pada kuartal I-2017 menjadi 50,3%.

Tercatat emiten telekomunikasi yang tercatat di bursa efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan trafik data signifikan saat Lebaran. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meraup peningkatan trafik data 130% dibanding lebaran tahun sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kenaikan 218%, dan PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kenaikan 117,15%.

Analis OSO Sekuritas, Riska Afriani bilang saat momen Lebaran biasanya terjadi peningkatan drastis pada trafik data dibandingkan dengan trafik telepon (voice) dan SMS. “Trafik data biasanya terjadi peningkatan yang signifikan pada H-1 lebaran dan setelah lebaran,” katanya akhir pekan lalu.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra bilang, adanya kenaika trafik data saat lebaran baik TLKM, ISAT maupun EXCL, tentunya akan meningkatkan kinerja emiten telekomunikasi tahun ini. Dia memperkirakan krnaikan trafik data lebaran akan berkontribusi pada kenaikan laba bersih emiten-emiten ini sekitar 3% – 5%.

Menurut Riska kenaikan trafik data itu karena adanya peralihan kebiasaan masyarakat Indonesia dari penggunaan pesan singkat menjadi aplikasi pesan dan media sosial berbasis internet untuk mengucapkan lebaran dan maaf-maafan. Dan trafik penggunaan layanan data tertinggi terkonsentrasi di area Jawa-Bali yang merupakan destinasi utama mudik dan daerah wisata.

Sementara analis Indopremier Sekuritas, Chandra Pasaribu bilang layanan data saat ini kontribusinya semakin besar terhadap total pendapatan emiten telekomunikasi. Dan ini terlihat dari pertumbuhan layanan data yang double digit dibanding layanan suara dan SMS cenderung stabil atau berkurang. “Permintaan data semakin berkembang, sejalan dengan meningkatnya pemakaian smartphone dan berkembangnya berbagai aplikasi,” ujarnya.

Menurut Aditya, pendapatan dari layanan data emiten telekomunikasi akan menjadi tumpuan pendapatan emiten telekomunikasi, seiring dengan penetrasi smartphone. “Jadi jika ada kenaikan dari penggunaan layanan data dan internet otomatis perusahaan telekomunikasi juga akan diuntungkan,” ujar Aditya kepada KONTAN, kemarin.

Riska memperkirakan kedepan industri telekomunikasi akan terus bertumbuh seiring dengan kondisi makro ekonomi di tahun 2018 yang diperkirakan akan lebih baik. Yang akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, termasuk untuk belanja kebutuhan telekomunikasi, “dan didukung belanja pemerintah khusunya dalam pembangunan infrastruktur,” katanya.

Dengan itu industri telekomunikasi diperkirakan akan tetap tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh meningkatnya penggunaan layanan data seiring dengan bertumbuhnya penggunaan mobile broadband dan fixed broadband serta literasi masyarakat akan layanan digital yang semakin baik.


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *