Home > News-Berita > Bank Mantap : likuiditas kami sangat aman

Bank Mantap : likuiditas kami sangat aman

JAKARTA. PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) mengatakan saat ini kondisi likuditas perseroan masih berada di level aman. Hal ini tercermin dari Loan to Funding Ratio (LFR) perseroan yang terjaga di level 91% hingga akhir semester I 2017.

Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakorso menuturkan pihakya masih memiliki pendanaan yang cukup untuk menunjang ekspansi kredit hingga akhir tahun.

Belum lagi, perseroan pun telah menerbitkan obligasi senilai Rp 2 yang diperkirakan akan terserap di bulan ini. “Untuk likuiditas masih sangat aman, LFR di kisaran 91% tapi cadangan likuditas lebih dari cukup,” katanya kepada KONTAN, Selasa (11/7).

Selain itu, dari sisi rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan pun masih terjaga di level 25%. Hingga akhir tahun, bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini pun mematok CAR di level 20%.

Mengacu pada capaian tersebut, Josephus ketika ditanyakan mengenai rencana pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) perseroan, Ia menyebut Bank Mantap belum akan mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat.

“Untuk IPO, kita belum ada rencana,” tuturnya.

Sebagai tambahan informasi, dari segi kinerja perseroan juga mencatatkan pertumbuhan siginifikan. Tercatat sampai dengan bulan Juni 2017 kredit perseroan telah mencapai Rp 7,54 triliun atau tumbuh sebesar 174,4% secara tahunan atau year on year (yoy).

Selain itu, dari sisi dana pihak ketiga (DPK) per 31 Juni 2017 tercatat perseroan telah berhasil mencatat peningkatan sebanyak 135% secara yoy.

Peningkatan DPK Bank Mantap didorong dari peningkatan dana murah atau Current Account and Saving Account (CASA) yang meningkat 113% secara yoy menjadi Rp 1,21 triliun di bulan Juni 2017.

Sementara dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perseroan juga masih terjaga di kisaran 0,58%.

Berkat kinerja tersebut, Bank Mantap berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 67 miliar atau tumbuh di kisaran 178% secara yoy.

 


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *