Home > News-Berita > Anak BUMN berlomba bidik pasar modal

Anak BUMN berlomba bidik pasar modal

JAKARTA. Sejumlah perusahaan pelat merah siap menghimpun pendanaan dari pasar modal melalui hajatan initial public offering (IPO). Kabar terbaru, PT Angkasa Pura (AP) I berencana mengantarkan dua anak usahanya, PT AP Support dan PT AP Logistik, untuk go public.

Tapi, minat itu tak diwujudkan dalam jangka pendek. “Ini rencananya tahun depan,” ujar Sekretaris Perusahaan AP I Israwadi, Jumat (7/7). Dia enggan mengungkap target perolehan dana melalui aksi korporasi tersebut.

Sebelum AP I, setidaknya tujuh anak usaha BUMN juga siap go public. PT Pelindo II, misalnya, berencana mengajukan anak usahanya masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu anak usaha mereka yang akan melakukan IPO adalah PT Jasa Armada Indonesia, yang bergerak di pandu-tunda dan pelayaran.

Jasa Armada akan menawarkan 30% hingga 35% saham IPO dengan target dana mencapai Rp 2 triliun. Perusahaan ini ingin masuk bursa saham pada kuartal keempat, sekitar OktoberNovember.

Selain Jasa Armada, masih ada dua anak usaha Pelindo II yang akan menggelar IPO, yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT). Tapi, keduanya baru akan go public tahun depan.

Calon emiten lainnya adalah PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). GMF berencana menawarkan 20%-30% saham IPO pada September. Manajemen GIAA optimistis GMF bisa menghimpun dana IPO di atas US$ 150 juta.

BUMN lainnya, PT PP Tbk (PTPP) tak mau kalah. Emiten konstruksi ini ingin menjual tiga anak usahanya ke publik: PT PP Presisi, PT PP Urban, serta PT PP Energi.

Anak usaha BUMN perlu mencari dana di bursa saham lantaran membutuhkan modal besar untuk ekspansi. PT AP Support dan PT AP Logistik, misalnya, membutuhkan anggaran belanja modal untuk menggenjot bisnisnya.

AP Support bergerak di bidang penyediaan barang dan jasa untuk mengerek kualitas pengelolaan dan pelayanan bandara. Mereka membidik pasar korporasi demi memberi nilai lebih dan memenuhi kebutuhan sang induk.

Sedang AP Logistik bergerak pada bisnis pelayanan logistik atau freight forwarding, pergudangan dan layanan pemeriksaan keamanan kargo atawa regulated agent.

Sejauh ini, baru AP Support dan AP Logistik yang secara hitung-hitungan bisnis siap untuk IPO. Jika ditotal, aset keduanya Rp 500 miliar. “Tapi, aset terbesar masih dari AP Support,” kata Israwadi.

 


Source link

About admin

Check Also

Cara Bea Cukai tertibkan impor ilegal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemkeu) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *